Dewitree's Blog

May 22, 2010

hepatitis

Filed under: Uncategorized — dewitree @ 6:54 am

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kehamilan merupakan hal fisiologis yang terjadi pada seoranmg wanita. Meskipun demikian, semua jenis kehamilan memiliki resiko terjadinya komplikasi pada masa persalinan atau bahkan masa kehamilan itu sendiri. Sebagian besar komplikasi tersebut terjadi selama proses kehamilan berlangsung. Namun tidak jarang pula komplikasi tersebut terjadi pada proses persalinan.

Meskipun demikian tidsak semua wanita hamil memiliki resiko dalam proses kehamilan. Salah satu contoh wanita yang beresiko selama kehamilan adalah wanita yang hamil kembar. Menurut Badan Perhitungan (Statistika) Angka Kehamilan Kembar tahun 2009 di Indonesia adalah 33 %.

B. Tujuan

  1. Agar Mahasiswa mengetahui Gemeli dan pengisian kompre ANC Gemeli
  2. Agar Masyarakat mengetahui tentang Penyakit Hepatitis

C. Manfaat

  1. Untuk meningkatkan Masyarakat mengetahui virus Hepatitis
  2. Untuk meningkatkan Masyarakat mengetahui tentang Penyakit Hepatitis

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Penyakit Hepatitis
  2. Pengertian

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver).

    1. Macam-macam

Virus hepatitis dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :

        1. Hepatitis A

Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.

Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.

Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali.

Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

        1. Hepatitis B

Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia. Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.

Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual. Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.

        1. Hepatitis C

Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.

        1. Hepatitis D

Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

        1. Hepatitis E

Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri (self-limited), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces. Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

        1. Hepatitis F

Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

        1. Hepatitis G

Gejala serupa hepatitis G, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.

Hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A). Dapat pula hepatitis kronik (hepatitis B,C) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

    1. Penyebab

Hepatitis penyebab tidak hanya virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, khloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatitis. Bahan-bahan kimia ini dapat dikonsumsi, terhirup atau diserap melalui kulit pasien. Menetralkan racun yang beredar di dalam darah merupakan pekerjaan utama jaringan hati. Jika banyak zat kimia beracun yang masuk ke tubuh, hati mungkin akan rusak sehingga tidak dapat menetralkan racun-racun lain.

    1. Gejala

Secara umum, gejala penyakit Hepatitis ringan. Gejalanya adalah dapat hilang nafsu makan, rasa tidak enak di perut, mual dan muntah-muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak di bagian kanan atas perut. Setelah satu Minggu akan muncul sebagai gejala utama putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

    1. Diagnosa

Dibandingkan dengan virus AIDS (HIV), Hepatitis B virus (HBV) seratus kali lebih ganas (menular), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan daripada jenis Hepatitis yang lain. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata.

Hepatitis B adalah penyakit kronis nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Ditandai oleh kronis hepatitis B dengan HBsAg positif (> 6 bulan) dalam serum, tingginya tingkat HBV DNA dan selama proses kronis hati nekroinflamasi. HBsAg carrier inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi. Sedangkan Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT> 10 kali di atas batas nilai normal (BANN). Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. The serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis B kronis adalah: HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5). Virologi tes, dilakukan untuk mengukur jumlah HBV DNA serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus. Biokimiawi tes, penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Mencerminkan peningkatan tingkat ALT nekroinflamasi. Karena itu, tinjauan ini dianggap sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan tingkat ALT menunjukkan bahwa proses nekroinflamasi berat dibandingkan pada ALT yang normal. Pasien dengan ALT normal memiliki tingkat tanggapan serologi kurang baik pada terapi antivirus. Oleh karena itu pasien dengan tingkat ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti-virus.

    1. Pengobatan

Hepatitis disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati rusak sehingga hati tidak dapat berfungsi dengan baik. Secara umum, sel hati dapat tumbuh kembali dengan sedikit sisa dari kerusakan, tapi tidak memakan banyak waktu hingga berbulan bulan dengan diet dan istirahat dengan baik.

Hepatitis B akut umumnya sembuh sendiri, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat terus menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan hidup untuk orang-orang pengidap penyakit ini. Perawatan yang tersedia dalam bentuk antivirus.

Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tanaman obat atau herbal yang dapat digunakan untuk membantu mencegah dan perawatan ini mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga anti-peradangan, kolagogum dan khloretik, yaitu untuk meningkatkan produksi empedu oleh hati. Penurunan titer HBsAg relatif lebih mudah, hasil negatif sangat sulit didapat tapi diupayakan dengan kombinasi obat, kedisiplinan minum obat dan kesabaran serta mengurangi aktifitas berat sangat membantu kesembuhan.

Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis pasca periode akut. Kemungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka pembersihan virus akan terjadi, pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika tanggapan tubuh yang intermediate (antara dua di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi kronis hepatitis.

        1. Calcium I + Cordyceps, cara pemakaian :
        • Pagi hari (1 jam setelah makan pagi) 2 kapsul Cordyceps
        • Siang hari (setelah makan siang) 1 sachet Calcium I + 2 kapsul Cordyceps (1 jam setelah minum Calcium I)
        • Sore/malam hari (setelah makan malam) 2 kapsul Cordyceps
        1. Calcium I + Cordyceps + Zinc (Jika komposisi Calcium I + Cordyceps saja belum cukup), Cara pemakaian :
        • Pagi hari (1 jam setelah makan pagi) 2 kapsul Cordyceps + 2 kapsul Zinc
        • Siang hari (setelah makan siang) 1 sachet Calcium I + 2 kapsul Cordyceps (1 jam setelah minum Calcium I) + 2 kapsul Zinc
        • sore/malam hari (setelah makan malam) 2 kapsul Cordyceps + 2 kapsul Zinc
        1. Cordyceps (paket hemat), Cara pemakaian 2 – 3 kapsul Cordyceps setiap habis makan
    1. Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan tepat jika kita mengetahui cara-cara penularan berbagai penyakit hepatitis. Beberapa cara pencegahan terhadap penyakit hepatitis:

      1. Imunisasi

Imunisasi sangat efektif mencegah infeksi suatu penyakit. Setelah imunisasi tubuh akan menghasilkan antibodi yang merupakan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. Imunisasi hepatitis A diberikan pada anak-anak usia antara 2 hingga 18 tahun sebanyak satu kali. Orang dewasa membutuhkan imunisasi ulang (booster) setelah 6 hingga 12 bulan imunisasi pertama. Kekebalan yang didapat dari imunisasi ini dapat bertahan selama 15 hingga 20 tahun. Namun seseorang yang telah diimunisasi dapat terkena hepatitis A jika ia terinfeksi VBA antara waktu 2 hingga 4 minggu setelah imunisasi, karena pada saat itu tubuh belum menghasilkan antibodi dalam jumlah cukup.

Mereka yang sebaiknya mendapatkan imunisasi ini adalah:

  • Pekerja restoran atau yang biasa menangani makanan

  • Remaja yang tinggal di asrama pelajar yang mengalami kontak erat dengan teman-temannya.

  • Pekerja dan anak-anak pada tempat penitipan anak.

  • Orang yang menderita penyakit hati menahun

  • Pekerja laboratorium

      1. Imunitas sementara

Mereka yang sering bepergian ke daerah lain sebaiknya mendapatkan kekebalan sementara untuk mencegah infeksi VH terutama jika daerah tujuannya adalah daerah endemik hepatitis atau daerah yang sanitasinya buruk. Imunitas sementara dapat diperoleh dengan pemberian immunoglobulin (Ig). Ig untuk pencegahan hepatitis berisi antivirus hepatitis yang sangat efektif setelah 2 minggu pemberian. Untuk mereka yang harus menetap di daerah endemic, Ig anti VH sebaiknya diulang setiap 3 hingga 5 bulan.

      1. Menjaga kebersihan

Mencuci tangan dengan menggunakan sabun  setiap kali selesai buang air besar dan kecil sangat dianjurkan untuk menghambat penularan VH. Hal yang sama perlu dilakukan pula pada saat sebelum makan, mengolah dan menyiapkan makanan. Awasi dan berikan pngertian pada anak-anak agar tidak memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya.

      1. Tidak menggunakan barang orang lain

Barang-barang yang dapat menyebabakan luka dapat menjadi media penularan virus hepatitis. Barang-barang tersebuat antara lain pisau cukur, gunting kuku, sikat gigi, dan lain-lain.

      1. Melakukan hubungan seks sehat dan aman

Melakukan hubungan seks dengan bergonta ganti pasangan beresiko tinggi tertular hepatitis. Jika suami atau istri terinfeksi hepatitis maka sang suami wajib menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

      1. Jika terinfeksi hepatitis jangan mendonorkan darah

Palang merah Indonesia akan melakukan serangkaian pemeriksaan pada darah yang di donorkan. Jika ternyata sejumlah darah pada bank darah terinfeksi virus hepatitis maka darah tersebut akan dimusnahkan.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: